Adab Santri #11: Adab Santri Terhadap Teman Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Adab Santri #11: Adab Santri Terhadap Teman Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

1. Menjauhi iri dan hasad sesama teman.

Hasad adalah perasaan benci melihat nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.

Hadits riwayat Muslim,
Setan sudah putus asa untuk membuat orang-orang di jazirah arab untuk menyembah setan. Target setan adalah menimbulkan permusuhan diantara sesama muslim. membuat ketidak akuran sesama penuntut ilmu.

Hadits ini adalah menunjukkan betapa bersemangatnya setan untuk menimbulkan permusuhan.

Barangsiapa tergesa-gesa ingin mendapatkan sesuatu sebelum waktunya maka dia tidak akan mendapatkannya.


Apabila kita mendapati sifat hasad ada dalam kiri kita maka kita harus berusaha melawan.

meyakini bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kita.

harus ada upaya untuk meninggalkan hasad. orang-orang yang mau berjuang keras maka. akan diberi petunjuk pada jalan yang lurus.

mendoakan orang yang dihasadi.

banyak memuji orang di hasadi sebagai bentuk perlawanan.

berdoa kepada Allah supaya Allah berkenan membersihkan hati kita dari penyakit-penyakit hati.



2. Waspadalah terhadap teman yang jahat.

Rasulullah mengumpamakan teman yang baik sebagai penjual minyak wangi dan teman yang buruk sebagai pandai besi.

Maka seorang Penuntut ilmu hendaknya tidak berteman melainkan dengan teman yang bisa memberikan faidah. yufiduhu. baik dunia atau akhirat.

Apabila mendapati teman yang tidak bermanfaat maka hendaknya diputuskan hubungan pertemanan tersebut secepatnya.

Akhlak yang buruk itu menular.

Teman yang ideal adalah teman yang sholih, taat beragama, bertakwa, punya sifat waro, cerdas. Teman yang lebih banyak kebaikannya dibanding keburukannya. Pintar untuk membawa diri dan bergaul, tidak suka bertengkar. Jika lupa maka mengingatkan.

Ilmu Allah adalah cahaya, dan ilmu Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat.

Diceritakan zainal abidin cucu Rasulullah,
masuk ke masjid dan melihat orang-orang ningrat berkumpul maka dilewati oleh beliau dan duduk ditempat zaid seorang budak yang alim. beliau berkata, orang itu seharusnya bergaul dengan orang yang bisa memberi manfaat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Berkata Sufyan ibnu uyainah, ada orang yang bertanya kita seharusnya duduk dengan siapa? dia berkata teman yang baik itu adalah apabila engkau melihat dia maka engkau ingat kepada Allah. Dan ketika melihat amalannya maka akan terpacu untuk mengingat akhirat. setiap dia bicara maka kita mendapatkan ilmu baru.

Demi Allah kami tidak pernah melihat orang yang berteman melainkan dengan teman yang satu tipe. maka bertemanlah dengan orang-orang sholeh walaupun kalian belum sholeh. karena akan terbawa menjadi sholeh atau minimalnakan dikumpulkan bersama mereka dihari kiamat.

Dari kitab Taklimul muta’alim, memilih teman hendaknya orang yang semangat belajar, waro, punya karakter yang lurus. Yang cepat paham, jauhi teman yang pemalas, banyak membuang waktu, banyak bicara yang tidak ada manfaatnya, perusak, banyak fitnah.
.
Pemateri: Abdullah Zaen

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *