Adab Santri #3: Adab Santri Terhadap Diri Sendiri 3 – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Adab Santri #3: Adab Santri Terhadap Diri Sendiri 3 – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Kajian Ustadz Abdullah Zaen terbaru tentang Ada Penuntut Ilmu atau Adab Santri. Melanjutkan pembahasan pada kajian Sesi 2 tentang Adab Santri Terhadap diri sendiri Bagian 3

Takwa dan perasaan takut kepada Allah.
Surat Al Anfal ayat 29

4 keutamaan bagi orang yang bertaqwa
Siapa yang bertaqwa akan dikarunia ilmu oleh Allah, ilmu yang bisa dimanfaatkan untuk membedakan antara petunjuk dan kesesatan. Mana yang halal dan haram.
Akan diberikan furqon.

dihapuskan dosa-dosa
diampuni dosa-dosa
janji pahala yang besar.

antara dihapus dan diampuni dosa dosa menurut syeikh sya’di apabila disatukan penyebutannya maka berarti yang dimaksud dihapuskan adalah dosa kecil dan yang dimaksud diampuni adalah dosa besar.

orang yang takut kepada Allah hanyalah orang yang berilmu. maka ilmu yang bermanfaat akan menghasilkan rasa takut kepada Allah.

orang yang sholeh dan bertakwa akan diberi taufik oleh Allah untuk mendapatkan kebenaran.

Ilmu adalah cahaya Allah dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat. Maksiat hati, mata, telinga. dan anggota dan lain.

Ketekunan dan kesungguhan serta sabar saat menuntut ilmu.

diceritakan dari said al khudri ada seorang shohabiyah bahwa para pria bisa mendapatkan ilmu yang banyak, sementara para wanita tidak bisa ikut berdesakkan untuk menuntut ilmu.

maka shohabiyah ini meminta agar Rasulullah memberikan satu hari khusus untuk memberi kajian pada para wanita.
maka Rasulullahpun menyanggupinya. HR bukhori.

Berkata Imam Syafii, wajib bagi setiap santri untuk memaksimalkan semangat dan usaha mereka semaksimal mungkin untuk mendapatkan ilmi.

Otak apabila sering digunakan akan mencapai kemampuan maksimalnya. sebagaimana tubuh kita jika sering berlatih olah raga.

Wajib bagi Penuntut ilmu untuk bersabar ketika mendapatkan cobaan.

Imam nawawi berkata, seorang penuntut ilmu harus punya ketekunan kesungguhan dan semangat untuk belajar. seluruh waktunya digunakan untuk belajar. ketika mukim atau safar. dan tidak boleh seorang penuntut ilmu waktunya hilang untuk selain ilmu.

beliau minimal hadir empat belas kajian dalam satu hari.

Imam yahya ibnu hasim berkata, ilmu tidak akan didapatkan dengan santai.

Imam ibnul Qoyim berkata, orang akan tetap istiqomah untuk melakukan sesuatu yang tidak dia kuasai adalah dengan sabar.

belajar kesabaran dari bayi. ketika belajar berjalan dan lainnya.

Imam ibnu thohir berkata, aku pernah kencing darah selama masa mencari hadits dua kali. pertama ketika dikota bagdad dan mekah. dalam melakukan perjalanan aku tidak mempunyai alas kaki dan berjalan diatas pasir yang panas. selama aku. melakukan perjalanan aku tidak pernah naik tunggangan sekalipun. dan selalu membawa kitab diatas pundakku. dan selama aku belajar tidak pernah meminta-minta.

Imam Ahmad bin hambal, suatu saat ada seorang ulama muhammad bin ismail yang sedang safar dan melihat imam ahmad sambil berlari kecil dan memegang sandalnya. maka dia cepat mengejar imam ahmad dan berkata wahai imam apakah engaku tidak malu menenteng sandal. sampai kapan engkau akan seperti itu. beliau menjawab sampai mati.

Imam ibnul mubarok dan imam ali ibnu…, memereka sholat isa bersama di masjid di musim dingin yang paling dingin. setelah sholat beliau berdua keluar dan mengulang pelajaran didepan pintu masjid sampai waktu subuh. tidak merasakan dingin.

Imam ibnu akil berkata, tidak halal untukku menyia-nyiakan waktu tanpa mendapatkan ilmu. saat waktu istirahat aku putar otakku. untuk berpikir dan ketika bamgkit dari tidur sudah ada dibenakku untuk aku tulis.

Ibnu hisyam berkata, aku pernah tidak paham satu bab dalam ilmu nahwu. maka aku keluarkan biaya delapan puluh ribu dirham untuk belajar dan menguasai bab tersebut.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *