Adab Santri #7: Adab Terhadap Guru Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Dalam video kajian ustadz Abdullah Zaen terbaru ini membahas Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu. Adab dan Akhlak Santri Terhadap Guru bagain 4.

Berikut adalah sub pembahasannya.

Hukum mencium tangan guru.

mayoritas ulama ahli fiqih syafii, hambali, hanafi berpendapat boleh mencium tangan guru, orang tua dan orang yang punya jasa kepada kita dengan tujuan penghormatan bukan tabaruk / ngalap berkah.

ulama maliki berpendapat makruh mencium tangan.

sikap penuntut ilmu apabila terjadi perbedaan pendapat adalah melihat mana yg lebih kuat dalam pendalilan.

Para ulama mengumpulkan hadits dan atsar tentang mencium tangan. Imam ibnu hajar dalam kitab fathul bari menukil bahwa sebagian hadits tentang mencium tangan adalah shohih.

Mencium tangan guru diperbolehkan selama tidak menimbulkan kesombongan dari sang guru.

Ulama malikiyah berdalil dengan hadits ketika nabi melarang seseorang mencium tangan beliau. Yang kamu lakukan ini kebiasan orang-orang asing non muslim kepada raja mereka. namun hadits ini dinilai sanadnya dhoif.

sehingga hadits ini tidak bisa dijadikan sandaran dalil.

Kesimpulan, murid mencium tangan guru adalah boleh dengan tiga syarat yaitu tidak tabaruk dan tidak menimbulkan kesombongan bagi yang dicium. serta tidak diiringi dengan ruku yang disengaja kecuali jika posisi menuntut untuk menunduk / ruku. misal lebih tinggi.

Adab 3

Menunaikan dan menjaga hak-hak guru.

Imam ibnu mandah berkata,
beliau mendengar imam ibnu syukbah berkata setiap guru yang aku belajar hadits maka aku layak menjadi budaknya.

ketika beliau mendengar ucapan ini beliau berkata siapapun yang berguru padaku maka aku budak bagi muridku. inilah adab dan akhlak ulama salaf terdahulu yang sangat mulia dan agung.

ini menunjukkan hak guru dan murid sama banyaknya.

diantaranya:
Adab dan Akhlak Santri mendoakan guru tanpa dihadapannya baik ketika masih hidup maupun sesudah meninggal.

Contoh adab dan akhlak habaib dan ulama, doa para ulama pada guru mereka.

imam abu hanifa berkata sejak guruku wafat pasti selalu aku doakan Guru ku beserta doa untuk orang tuaku. dan aku mendoakan seluruh guruku serta yang berguru padaku.

imam abu yusuf berkata, aku sungguh mendoakan guruku imam abu hanifa sebelum mendoakan orang tuaku.

Imam ahmad berkata, Imam Syafi’i adalah orang yang sangat aku sayangi. keduanya saling belajar. aku selalu. mendoakan imam syafii ketika waktu sahur.

merendahkan diri dihadapan guru.
Ilmu yang bermanfaat adalah yang membuat pemiliknya rendah hati.

Umar bin khotob memberi nasehat, belajarlah ilmu dan ajarkan kepada orang lain. dan belajarlah karena jika semakin berilmu maka akan semakin tenang.

semakin belajar semakin merasa bodoh. akan selalu ada ilmu baru.

Kisah dari imam malik yang berguru kepada robiah. dan beliau merasa sudah saatnya mengajar. maka imam robiah menegur bahwa belum saatnya imam malik mengajar.

imam ibnu jamaah berkata, hendaknya seorang murid selalu konsultasi pada guru jika ingin bertindak. jangan berbuat sekehendak hati.


Pemateri: Abdullah Zaen, Lc., MA

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *